“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari) Selamat beraktivitas, moga keberkahan dan sukses mengiringi setiap perjuangan, tidak ada yang sia2, walau pun itu yang namanya kegagalan...
News Update :
Dakwah Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

PKS Siapkan 15.462 Bakal Caleg untuk Pemilu 2014

Penulis : dakwahnusantara on Selasa, 02 April 2013 | 12.02

Selasa, 02 April 2013


Satu tahun sebelum Pemilu digelar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyiapkan 15.462 bakal calon legislatif baik untuk pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota. Sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), para bakal caleg tersebut akan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk uji kelayakan. “Seluruh caleg tersebut saat ini tengah menyiapkan berbagai persyaratan administratif untuk didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik tingkat pusat maupun daerah secara serentak pada tanggal 9 April 2103 mendatang,” ujar Presiden PKS Anis Matta.

Hal yang disampaikan Anis Matta tersebut merupakan hasil Rapat Pleno Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Dalam rapat DPP yang diperluas dengan menyertakan pengurus wilayah dari 33 provinsi, Anis menyatakan seluruh bakal caleg PKS tersebut sebelumnya telah melalui tahapan verifikasi internal partai yang cukup ketat. Dari total jumalh bakal caleg tersebut, sebanyak 476 orang merupakan bakal caleg DPR; 1,816 orang untuk DPRD Provinsi; dan 13,170 untuk Kabupaten/kota.

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini juga mengatakan caleg PKS merupakan usulan kader dari tingkat bawah yang disertai dengan penilaian atas penguasaan dasar perjuangan partai serta penerimaan bakal caleg tersebut di tengah masyarakat.

“Nantinya melalui KPU kami juga meminta masukan masyarakat atas caleg asal PKS. Inilah saatnya menguji komitmen para caleg terhadap kepentingan rakyat,” imbuhnya.

Dalam rapat pleno tersebut, Anis meminta seluruh struktur untuk mendaftarkan bakal caleg ke KPU di hari pertama pendaftaran yaitu tanggal 9 April pekan depan. Secara umum, menurut Anis, PKS tidak menemui kendala dalam memenuhi persyaratan caleg yang ditetapkan KPU.

“Stock kader PKS melimpah ditambah dengan unsur-unsur tokoh yang sejalan dengan garis perjuangan partai, maka kami tidak kesulitan memenuhi jumlah maksimal dengan kualitas caleg yang mumpuni pula,” ujar Anis.

Terkait keterwakilan perempuan, Anis menyatakan PKS sudah memenuhi kuota 30% caleg perempuan dan dalam urut zipper seperti arahan  KPU.
“Sejak Pemilu 1999, PKS selalu memenuhi kuota perempuan, maka pemilu 2014 pun tetap terpenuhi kuota tersebut,” pungkas Anis.


Sumber : dakwatuna.com

komentar | | Read More...

Demba Ba Dukung Rakyat Palestina

Serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina, menimbulkan kecaman dari berbagai belahan dunia. Sayangnya, dukungan Amerika Serikat pada Israel membuat Negeri Zionis itu tidak peduli dengan berbagai kritik yang dialamatkan pada mereka.

Hal itu tentu mengecewakan. Soalnya, serangan Israel ditujukan kepada masyarakat sipil. Mendapati fakta itu, penyerang Chlesea, Demba Ba menunjukkan rasa solidaritasnya. Meski berasal dari Senegal, Ba memiliki kepedulian yang tinggi terhadap rakyat Palestina. Menurut pesepakbola muslim ini, sudah sepantaskan Palestina menjadi negara merdeka. Sehingga, kata Ba, menyerang Jalur Gaza sama saja melecehkan kedaulatan negara.

"Mais nous ne savons que très bien que notre liberté demeurera incomplète sans la liberté du peuple palestiniens... (Tapi kami tahu betul bahwa kebebasan kita akan tetap tidak lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina ...)," dukung Ba lewat akun twitter-nya, @dembabafoot.

Untuk menguatkan pernyataannya, ia me-retweet tentang pernyataan Nelson Mandela yang mendukung kebebasan Palestina. Serta hashtag Israel adalah teroris.


komentar | | Read More...

Pardew: Demba Ba Pantas Jadi Duta Islam

Manajer Newcastle United Alan Pardew mendesak manajemen klub untuk segera memastikan masa depan Demba Ba. Ia mengaku putus asa karena sampai saat ini belum ada titik temu antara klub dan Ba soal negoisasi kontrak.

Kegelisahan itu diungkapkan Pardew dalam sebuah opini yang dipublikasikan Daily Mail, Sabtu (3/11). Mantan manajer Southampton itu sangat ingin memperpanjang kontrak mantan pemain West Ham United itu.
Dalam klausul kontrak, Ba bisa pergi pada bursa transfer Januari mendatang asalkan ada klub yang mampu membayar 7 juta poundsterling alias Rp 107,8 miliar.
Situasi itu sangat mengkhawatirkan Pardew karena ia menilai keberadaan Ba sangat penting bagi Newcastle. Hingga kini, ia sudah melesakkan tujuh gol di Liga Primer Inggris. Adapun musim lalu, pemain berusia 27 tahun itu melesakkan 16 gol.

Selain kemampuannya, Pardew terkesan dengan gaya hidup Ba. Sebagai seorang Muslim taat, kata dia, Ba sangat profesional dalam menjaga kondisi tubuh. Ba bahkan tidak pernah minum alkohol.
Menurut Pardew, pola kehidupan pemain yang kerap merayakan gol yang dicetaknya dengan cara bersujud di sudut lapangan tersebut sudah benar dan pantas. Ia bahkan menilai Ba layak menjadi duta agama yang dianutnya, Islam.

sumber  : Republika Online
komentar | | Read More...

Allahu Akbar !! MK Putuskan Aher-Deddy Menang !

Penulis : dakwahnusantara on Senin, 01 April 2013 | 14.10

Senin, 01 April 2013

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menggelar sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Jawa Barat, Senin (1/4/2013). Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki mengajukan gugatan ke MK karena menolak menerima hasil penghitungan rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jawa Barat.
Keputusan MK :

Nomor Perkara: 20/PHPU.D-XI/2013

Pokok Perkara : Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

Pemohon : Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (Nomor Urut 5) 

Kuasa Pemohon : Arteria Dahlan, S.T., S.H., dkk

Amar Putusan : Ditolak Seluruhnya

Detil Keputusan MK bisa di download KLIK INI.


Keputusan MK ini mengukuhkan kemenangan pasangan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar yang diputuskan KPUD Jawa Barat.

Sebelumnya, dalam rapat pleno (3/3) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah menetapkan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jabar terpilih periode 2013-2018.

Pasangan nomor 4 tersebut dinyatakan sebagai pemenang karena telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan KPU, di mana keduanya mengantongi 32,39 persen. Karena telah melewati 30 persen plus satu suara, Aher-Deddy dinyatakan menang dalam satu putaran.
 
Alhamdulillah, kita menang. Allahu Akbar !!
 
sumber : pkspiyungan
komentar | | Read More...

PBB: Rumah Warga Muslim Myanmar Jadi Sasaran Brutal

Penulis : dakwahnusantara on Kamis, 28 Maret 2013 | 16.00

Kamis, 28 Maret 2013

New York. Rumah yang menjadi tempat tinggal oleh warga Muslim di Myanmar, menjadi target serangan yang brutal dalam kerusuhan terakhir terjadi. Kerusuhan yang terjadi di Meikhtila itu, menyisakan kerusakan parah dari rumah milik warga.

“Propaganda yang menghasut, digunakan untuk menciptakan kerusuhan antara warga Muslim dan Budha di Myanmar yang pecah pekan lalu,” ujar utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vijay Nambiar, seperti dikutip Reuters, Kamis (28/3/2013).
Nambiar baru saja mengunjungi Myanmar dan melakukan pertemuan dengan Presiden Thein Sein. Selama kunjungannya di Kota Meikhtila, Nambiar dibawa ke masjid yang sengaja dibakar dan melihat langsungjasad korban yang hangus terbakar.

“Sepertinya dari apa yang terjadi, rumah warga Muslim menjadi sasaran brutal yang efisien,” tuturnya.
Ketika mengunjungi lokasi penampungan warga, Nambiar melihat ada sekira 9.000 warga yang berlindung dari kerusuhan 20 Maret tersebut. 23 orang sudah ditahan oleh pihak keamanan, mereka diduga sebagai pemicu dari kerusuhan ini.

Pemerintah Myanmar sebelumnya sudah menerapkan status darurat pada Jumat 22 Maret lalu, di wilayah Meikhtila yang sudah dilanda kerusuhan. Status darurat ini dikeluarkan setelah adanya ancaman terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah kerusuhan.

Tetapi meskipun prajurit Myanmar sudah diturunkan untuk meredakan ketegangan, aksi kekerasan masih terus berlanjut. Kelompok ekstrimis Myanmar bahkan membakar beberapa rumah milik warga. Aksi kerusuhan juga mulai menyebar ke wilayah selatan menuju Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw.

Seorang warga Muslim di Kota Tatkone mengatakan, sekelompok orang sebanyak 20 jiwa merusak sebuah masjid dan melemparinya dengan batu pada Senin 24 Maret malam waktu setempat. Mereka juga menghancurkan jendela dari masjid, sebelum akhirnya prajurit Myanmar melepaskan tembakan untuk membubarkan pelaku pengrusakan.

Sehari sebelumnya, sekelompok massa juga membakar sebuah masjid dan 50 rumah lainnya di Kota Yamethin. Sementara sebuah masjid dan beberapa bangunan lainnya juga dilaporkan hancur akibat amukan massa di Kota Lewei. Tidak diketahui siapa pelaku kekerasan tersebut dan tidak ada bentrokan dilaporkan yang terjadi di ketiga kota itu. (fn/ozc)

Sumber : Dakwatuna
komentar | | Read More...

Mengapa Syeikh Al Buthi dibunuh ?

Penulis : dakwahnusantara on Rabu, 27 Maret 2013 | 13.54

Rabu, 27 Maret 2013

Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthi dilahirkan di kampong Gelika pulau Buthan wilayah Kurdistan, Turki tahun 1929, 5 tahun setelah khilafah Utsmani dibubarkan oleh Attaruk. Ayahnya bernama Syaikh Mala Ramadhan Al Buthi, seorang alim, takwa, dan memiliki keluasan ilmu.

Hanya 4 tahun Al Buthi tinggal di kampong kelahirannya. Hingga tahun 1933 ia hijrah dibawa ayahnya ke Suriah, akibat maraknya tindakan pembersihan ulama-ulama Islam oleh Attaturk. Keluarga Al Buthi menetap di kampong ‘Ain Dewar, dekat perbatasan Turki-Suriah. Akhirnya, kampung inilah yang ditulis di akte lahir Al Buthi dan adik-adiknya.
Al Buthi mengenyam pendidikan hingga Doktor di Al Azhar. Lulus dari Sekolah Agama Islam kesohor Ma’had At Taujih Al Islami di Damaskus yang dipimpin oleh Syaikh Hasan Habannakah Al Maidani. Kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Syariah Universitas Al Azhar tahun 1953 dan berhasil meraih gelar ‘Alamiyah (Syaikh) tahun 1955.
Setelah itu kembali ke kota Homs tahun 1958 dan menetap hingga 1961, menjadi guru di beberapa Sekolah Islam, hingga ditunjuk menjadi dosen pembantu di Fakultas Syariah Universitas Damaskus. Kemudian Al Buthi dikirim untuk mengambil program Doktor dan meraihnya tahun 1965. Tak lama kemudian ia ditunjuk menjadi dosen penuh di fakultas Syariah, hingga menjadi Dekan.
Al Buthi memiliki banyak karya ilmiah. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Termasuk bahasa Indonesia. Salah satunya yang masyhur: Sirah Nabawiyah.
Al Buthi dan Hafizh Al Assad 
Sepulangnya dari menimba ilmu di Al Azhar, Syaikh Al Buthi bekerja menjadi guru PNS di sekolah-sekolah milik pemerintah. Setelah itu diangkat menjadi dosen resmi di Universitas Damaskus.
Ketika Hafizh Al Assad berkuasa tahun 1970, artinya jarak antara Al Buthi lulus dari Al Azhar dan Hafizh Al Assad berkuasa sekitar 16 tahun. Hubungan Al Assad dengan Al Buthi tentu belum terjalin. Al Buthi seorang dosen, sedangkan Al Assad menjadi Presiden Suriah.
Hingga pada tanggal 16 Juni 1979, terjadi peristiwa “pembantaian Sekolah Altileri Darat di Aleppo (300 km dari Damaskus)”. Sekolah militer tersebut terletak di wilayah Romusa dekat kota Aleppo sebelah utara Suriah. Pembantaian dilakukan oleh Kapten Ibrahim Yusuf, perwira di bagian Bintal sekolah Altileri dibantu oleh Front Tempur jamaah Ikhwanul Muslimin, sebagai aksi pembalasan atas tindakan represif rezim yang salah satu komandannya adalah Hafizh Al Assad. Peristiwa tersebut menewaskan 32 Taruna dan 54 luka-luka.
Usai peristiwa tersebut, kementrian Informasi meminta Syaikh Muhammad Ramadhan Al Buthi untuk mengeluarkan fatwa syariah tentang pembantaian. Al Buthi meresponsnya dengan mengungkapkan dalil-dalil syariat yang mengharamkan aksi pembantaian.
Tak lama berselang, kesempatan Al Buthi menuju jalan istana terbuka. Tak disangka, setelah tampil di media hubungan Al Buthi dengan Hafizh Al Assad terbuka. Hingga pada tahuna 1982, Kementrian Wakaf Suriah (Kemenag) yang diwakili menterinya bernama Muhammad Al Khathib mengundang Al Buthi untuk menjadi pembicara tunggal dalam acara Festival Menyambut Abad 15 H. 
Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Hafizh Al Assad. Al Buthi memanfaatkannya untuk menyampaikan nasihat dan doa bagi Hafizh Al Assad.
Hubungan Al Buthi dengan Al Assad semakin intens. Bahkan Al Assad suka mengajak Al Buthi ke istana, berdialog hingga berjam-jam (6-7 jam), membicarakan banyak hal. Saya sempat menjadi saksi sejarah, saat 1998 berkunjung ke Suriah menyaksikan Islamic Book Fair di Damaskus ke-14, Al Buthi benar-benar dicintai rakyat dan penguasa. Tentu ada juga yang mengkritisi sikap Al Buthi, salah satunya Syaikh Usamah As Sayyid yang menulis buku bantahan terhadap pemikiran Al Buthi berjudul, “Ar Raddu Al ‘Ilmi ‘Alal Buthi”.
Mengapa Al Buthi Bersikap Manis dengan Rezim Al Assad?
Banyak tuduhan yang terlontar terhadap ‘Allamah Al Buthi. Salah satunya yang menuduh beliau sebagai mucikari, muftin (penebar fitnah), hingga pengawal setia rezim Al Assad. Bagi kita yang hidup jauh dan tidak mengalami –atau malah mencermati prahara dan tekanan politik di era 60an hingga 80-an, maka pasti akan berkesimpulan seperti di atas. Namun jika kita mau sedikit bijak, maka sikap Al Buthi itu sangat sah dan dibenarkan syariat.
Di antara landasan Al Buthi membuka dialog dengan Rezim Al Assad adalah:
1. Hubungan gerakan Islam yang dimotori oleh Ikhwanul Muslimin di pelbagai Negara Arab, tengah berada di titik nadir. Tindakan represif rezim-rezim dunia Arab, dari mulai Maroko hingga Teluk, Mesir hingga Syam tengah marak. Bahkan terbukti, tindakan Hafizh Al Assad yang membumihanguskan provinsi Homs dan membunuh seluruh penduduknya yang mendukung gerakan IM, tercatat sejarah sebagai hubungan kelam antara penguasa dan jamaah IM.
2. Al Buthi memandang, rezim Al Assad dari ayah hingga anaknya Basyar Al Assad, sangat kuat dipengaruhi sekte Syi’ah Rafidhah yang cenderung membumihanguskan Muslim Sunni, seperti yang terjadi di Iran-Iraq. Perlu diperhatikan, Hafizh Al Assad naik tahta seiring dengan maraknya revolusi Khumaini yang puncaknya terjadi tahun 1979. Al Buthi memiliki komitmen, untuk menyelamatkan entitas Muslim Sunni di Suriah.
3. Tindakan represif Al Assad bukan hanya pada gerakan perlawanan secara fisik, namun juga mengarah pada non fisik. Di era Hafizh Al Assad, pengajian-majlis taklim-dan perkumpulan di atas 3 orang bukan hanya tidak diizinkan, tapi akan dijebloskan ke penjara tanpa pengadilan. Jika pun ada, yang berlaku adalah pengadilan militer. Hingga banyak gerakan-gerakan Islam yang memilih jalan dakwah dengan gerakan Sufi, yang berkumpul di masjid dan berdzikir ratusan ribu kali sembari berjingkrak-jingkrak. Saya pernah mengalami itu di salah satu masjid di Manbej, salah satu kabupaten di wilayah Aleppo. Jelas, selain majlis taklim dilarang, maka penerbitan buku-buku Islam dibatasi.
Hasil Nasihat Al Buthi 
Usaha Al Buthi untuk menasihati penguasa berbuah di tataran nyata. Tentu dengan pengorbanan tak sedikit, salah satunya, Al Buthi dituduh tutup mata dengan tindakan Al Assad. Di antara hasilnya adalah:
1. Al Buthi pernah diundang selama 7 jam, berdialog dengan Hafizh Al Assad. Al Buthi lebih banyak menyimak curhatan Al Assad, hingga akhirnya Al Buthi menyarankan Hafizh Al Assad untuk membebaskan tokoh-tokoh dan tawanan politik dari Jamaah Ikhwanul Muslimin. Rentang beberapa minggu kemudian, para tapol IM dibebaskan.
2. Saya memprediksi, kesediaan Al Assad untuk membuka Suriah bagi para pengungsi Palestina setelah peristiwa Pembantaian Shabra dan Syatila terjadi pada September 1982, di Beirut, Lebanon, yang saat itu diduduki oleh Israel adalah hasil dari nasihat yang diberikan oleh Al Buthi. Bahkan Suriah membuka diri kepada HAMAS untuk membuka satus-satunya kantor Perwakilan HAMAS. (Saat itu, tidak ada satu pun negara Arab yang mau menerima HAMAS untuk membuka markas di luar Palestina – redaksi)
3. Penerbitan buku-buku Islam Sunni termasuk Al Qur’an, sangat digalakkan. Bahkan saat saya mengunjungi toko-toko buku di Suriah, penerbit-penerbit Suriah sukses menjadi penerbit-penerbit buku Islam terkemuka hingga di Mesir. Beberapa penerbit di Mesir, malah justru dimiliki orang-orang Suriah.
Termasuk maraknya majlis-majlis taklim di Damaskus yang didukung penguasa Al Assad, semisal: Kajian Hadits Bukhari oleh Syaikh Musthafa Dib Al Bugha, Kajian Fiqh dan Syariah oleh Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Kajian Sirah Nabawiyah oleh Al Buthi, hingga kajian dan Kuliah Singkat di Mujamma’ Abun Nur Al Islamy yang dipimpin oleh Syaikh Kaftaro. Dimana kurang lebih ada 25 orang mahasiswa/i Indonesia yang turut menikmati pendidikan di sekolah-sekolah tersebut.
4. Hafizh Al Assad sebelum wafatnya, mengundang Al Buthi ke kediamannya. Ia berpesan agar saat wafat, Al Buthi sukahati menjadi imam. Al Buthi pun menunaikan pesan Al Assad. Hingga peran ini, banyak yang berpendapat, Hafizh Al Assad telah melunak dari paham Syi’ah Rafidhah-nya. Dan terbukti, dukungan Suriah terhadap Libanon melawan Israel semakin menguat.
Al Buthi dan Basyar Al Assad
Hubungan manis Al Buthi dengan rezim Al Assad, berlanjut hingga kekuasaan Suriah berpindah kepada Basyar Al Assad. Singkat kata, hingga menjelang demonstrasi yang mengakibatkan revolusi dan perlawanan senjata, Al Buthi telah menjalankan fungsinya sebagai penasihat utama rezim Al Assad.
Al Buthi bersama rombongan ulama Sunni, mendatangi Al Assad dan menuntut beberapa hal:
1. Al Assad membuka diri bagi tuntutan reformasi. Hal ini disanggupi Al Assad dengan melakukan perubahan birokrasi, mengubah menteri di 6 kementrian, dan memecat Perdana Menteri.
2. Al Assad diminta untuk tidak menggunakan tindakan represif. Al Assad menyanggupi, asalkan demonstrasi anti dirinya dihentikan.
Namun mengapa Al Assad mengajukan sebuah dokumen kepada Al Buthi, bahwa pihak demonstran telah disusupi anasir-anasir Wahabi yang didukung oleh Saudi Arabia, yang justru didukung oleh AS-Barat. Di sini kembali harus bijak dalam bersikap. Dalam benak Al Buthi, kesatuan rakyat Suriah lebih diutamakan. Maka dalam pelbagai khutbah Jumat, Al Buthi menyerukan persatuan dan kesatuan itu. Al Buthi ingin memahamkan kepada semua elemen termasuk jamaah Ikhwanul Muslimin, di awal-awal demonstrasi untuk menahan diri. Karena demonstrasi dan revolusi sudah ditunggangi. Tak ada yang mengambil manfaat dari kisruh Suriah, kecuali Israel. Bahkan di salah satu khutbahnya, Al Buthi mengungkapkan hadits shahih tentang keharusan taat kepada pemimpin (amir), terlepas pemimpin itu baik atau jahat, saking pentingnya persatuan dan kesatuan serta stabilitas.
Hadits-hadits yang disampaikan Al Buthi, adalah hadits-hadits yang digunakan oleh rezim Al Sa’ud di Saudi Arabia, rezim Al Nihyan di UAE, atau Al Khalifah di Qatar, dan lain-lain. Sebaiknya kita tengok tanggal dan waktu kapan Al Buthi menyampaikan khutbah, selain kita pun harus mendengar khutbah tersebut harus utuh, tidak sepotong-sepotong.
Mengapa Al Buthi Dibunuh?
Peristiwa di Masjid Al Iman, tempat pengajian Al Buthi kemarin (22/3/13) sangat tidak masuk akal. Hal ini berdasarkan alasan-alasan berikut:
1. Sejak lama, Al Buthi dikelilingi pengawal dari militer Al Assad. Kemanapun Al Buthi pergi, maka puluhan pengawal dan intel, memenuhi setiap langkah Al Buthi. Al Assad frustasi dengan semakin banyaknya pejabat-pejabat (termasuk Menhan) yang membelot ke pejuang Suriah. Al Buthi dikhawatirkan membelot. Bahkan saksi mata mengatakan, bahwa masjid sudah dikepung dari empat penjuru.
2. Melihat TKP, ledakan bom dilakukan jauh dari area masjid. Sedangkan di masjid, yang terjadi bukan ledakan tapi penembakan dan pembantaian. Pihak intelejen Al Assad, langsung datang melakukan pembersihan dan mengangkut seluruh mayat -termasuk korban jamaah yang terluka- ke tempat yang Al Assad dan intelejen yang mengetahuinya.
3. Dari sejak perjuangan melawan Al Assad digelorakan, Front Pembebasan Suriah sudah bersepakat tidak menyerang ulama-masjid-tempat ibadat- bahkan para pejuang memiliki etika untuk tidak melakukan serangan kecuali setelah pukul 10 malam hari.
Pertanyaannya, mengapa Al Buthi dibunuh? Menarik analisa Samir Muhsin, seorang pemerhati pergerakan Islam yang mengemukakan alasan-alasan dibunuh:
1. Al Buthi adalah khaatimus sirri (penutup rahasia), pemegang kartu truf rezim Al Assad. Karena Al Buthi lama menjadi nasihat Hafizh Al Assad. Ketika Al Buthi membelot, maka Al Assad khawatir segala aib dirinya terbongkar. Termasuk membongkar pelbagai kebijakan Al Assad yang berdamai dengan Israel, risywah, korupsi, dan pembantaian.
2. Al Buthi paham betul tokoh-tokoh yang berbaju ulama, tapi memiliki rencana busuk untuk menghancurkan kaum Sunni di Syam.
3. Al Buthi dijadikan alat oleh Al Assad untuk meraih simpati dari kalangan Sunni, untuk digunakan sebagai propaganda memecah belah kesatuan Front Pembebasan Suriah yang semakin hari semakin banyak menuai sukses.
4. Al Buthi dijadikan “maf’ul bih” dan “maf’ul liajlih” maksudnya: sinyal bahwa siapapun yang melawan Al Assad akan dibantai, termasuk orang terdekat sekalipun.
5. Al Assad melempar 2 burung dengan 1 batu. Maksudnya, mengorbankan Al Buthi agar rakyat Suriah -terutama Sunni- antipati terhadap para pejuang Front Pembebasan Suriah.
 
Kesimpulan
Saya yang sempat beberapa kali menghadiri taklim beliau, sangat yakin akan ketulusan, keikhlasan, dan muruah yang dimiliki Syaikh Al Buthi. Bahkan saya mendengar, Al Buthi tidak mengambil royalty dari buku-buku yang diterbitkan. Selain berwasiat untuk menginfakkannya di jalan Allah. Termasuk buku-buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebagai orang yang dekat dengan kekuasaan, Al Buthi jauh dari kata borju atau memperkaya diri. Hal ini dilatarbelakangi oleh keadaan beliau sejak kecil hidup susah.
Adapun sikap beliau yang mendukung penguasa, bagi saya sangat lumrah dan masuk akal:
1. Beliau adalah salah satu saksi sejarah atas tindakan represif Attaturk di Turki yang membantai para ulama, menghancurkan masjid, memupus B. Arab. Hingga ia dan seluruh keluarganya memilih berhijrah ke Suriah. Pengalaman pahit tindakan bengis penguasa ini, tak akan bisa dihapus. Maka sikap beliau yang memilih loyal kepada pemerintah, dipahami sebagai “dakwah” untuk menjaga generasi muda Islam dan alim ulama dari pembantaian rezim Al Assad.
2. Beliau memiliki alasan yang didukung Al Qur’an dan Sunnah tentang kewajiban taat kepada pemimpin, karena beliau melihat dan merasakan, hampir tak ada pemimpin Arab yang peduli terhadap Islam selain Raja Faisal. Seluruh pemimpin Negara Arab adalah pemimpin dictator. Ingat, Al Buthi hidup di 5 generasi. Mulai generasi Raja Faruq di Mesir hingga Muursi. Dari generasi Syah Iran-Khumaeni-hingga Ahmadinejad. Beliau paham betul, kepedihan dari praktik zhalim penguasa terhadap para ulama dan aktivis gerakan Islam di seluruh negeri Arab. Oleh karena itu, beliau masuk ke dalam lingkaran kekuasaan dalam rangka menasihati, tidak lebih.
3. Sebagai alim dan mujtahid, saya meyakini, apa yang beliau lakukan dengan mendukung rezim penguasa adalah bagian dari ijtihad. Jika salah mendapatkan 1 pahala, dan jika benar mendapatkan dua pahala. Saya yakin beliau adalah sosok terbaik. Bila ada kekurangan, saya meyakini kekurangan atau khilaf adalah hal yang lumrah dari manusia. Namun kekurangan yang sedikit, tidak boleh membuat kita mencaci maki. Terlebih yang mencaci maki hanyalah bau kencur yang tak memiliki karya, amal shalih, hingga pengalaman hidup setinggi beliau.
Wallahu A’lam
 
 
sumber : Islamedia
 
komentar | | Read More...

"Curahan Hati" Syeikh Al Buthy yang Mengharukan

Tidak seperti biasanya, tahun-tahun lalu pada awal bulan Desember hujan sudah mengguyur kota Damaskus, musim dingin sudah sangat terasa, puncak-puncak gunung sudah terlihat putih dengan salju, jalan-jalan lembab, basah, suasana taman begitu indah, meskipun terasa dingin menusuk sampai ke sum-sum.

Namun tahun ini (2012, red) tidak demikian, berbeda. Sudah beberapa hari memasuki bulan Desember, tapi matahari masih melotot panas, tidak ada hujan, bahkan awan-awan hitam pembawa hujan yang datang dari arah Turki serta-merta bubar ketika sampai di atas langit Damaskus.

Fenomena menyakitkan itu merambas ke semua lini kehidupan, sampai sayur-sayuran yang ditanam di daerah subur Ghutah terpaksa diairi dengan air laut. Dua minggu lalu Kementrian Auqaf yang membawahi seluruh masjid di Syria menganjurkan semua masyarakat untuk melaksanakan shalat Istisqa di masjid masing-masing, dan insya Allah Jumat ini serentak diseluruh Syria melakukan salat Istisqa.

Negeri Syam (Sebutan untuk Syria, Palestina,Lebanon dan Jordan zaman dulu, tapi sekarang sebutan ini hanya khusus untuk Damaskus), sebuah negeri yang didoakan oleh Rasulullah ,”Allahumma bariklana fi Syamina haza,(Ya Allah berkahilah negeri Syam kami ini)” tiga kali beliau mengatakan itu, dan terakhir beliau mengatakan,”Wafi Yamanina (dan Negeri Yaman kami juga)”, sejak dahulu Syam banyak sekali memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki negeri manapun di muka bumi, dan semoga kebaikan ini akan selalu terlimpahkan kepada negeri ini sampai akhir zaman. Ulama dan pemimpinnya yang bisa membuat hati kita terasa “dingin”, semoga selalu tercurahkan kepada negeri akhir zaman ini.

Tidak ada hujan sudah memasuki bulan Desember merupakan musibah besar, yang membuat para pemimpin negeri itu berpikir keras, mulai dari presiden sampai ke ustad-ustad di musalla kecil di kampung-kampung. Prof.Dr.Muhammad Saed Ramadhan Buty, salah satu ulama kharismatik yang juga ketua ulama Syria, beliau adalah diantara ulama yang menjadi penyetir kehidupan sosial masyarakat di Syira. Siapa yang tidak kenal kepribadian yang begitu mempesonakan itu, kalau waktu ta’ziah wafatnya syeikh Abul Hasan al Kurdy di masjid besar Bani Umayyah syeikh Naiem Araksusy mengatakan, “Ustad saya ini, adalah gambaran tabi’in yang berjalan di abad dua satu,” mungkin kata-kata itu juga sangat tepat disematkan kepada syeikh kita ini, syeikh Al Buty.

Senin malam, beberapa hari yang lalu, seperti biasa kami menghadiri pengajian “Tarikh Tasyri Islamy” di jami Al Iman bersama syeikh Buty yang dihadiri ratusan jamaah dari semua kalangan. 
 
Tapi hari ini pelajaran tidak seperti biasa, beliau menceritakan sedikit tentang ujian yang dialami Imam Ahmad bin Hambal demi mempertahankan kebenaran yang diyakininya, bahwa Qur'an itu kalam Allah, dan kalam itu sifatNya, jadi bukan makhluk, gara-gara keyakinan itu beliau harus mengalami penyiksaan luar biasa. 
 
Setelah itu syeikh Buty mengatakan, “Cukup di sini dulu pelajarannya, malam ini saya ingin “curhat” sama kalian, saya sudah beristikharah untuk ini, dan saya akan mengatakannya kepada kalian semua, demi Allah saya mengatakan ini semua bukan karena saya dengki atau iri kepada siapapun, tetapi semua ini saya katakan karena rasa cinta saya kepada negeri ini, kepada pemimpin negeri ini, dan kepada kalian semua rakyat di negeri ini, demi Allah dalam hidup ini saya tidak pernah dengki kepada siapapun Alhamdulillah, setiap saya melihat ada seorang muslim yang tidak berjalan pada jalan yang digariskan agama, batin saya menangis dan saya selalu mendoakan dia, dan kalau saya melihat sebaliknya hati saya senang dan saya juga mendoakan dia semoga selalu istiqamah, demi Allah saya tidak rela kalau ada diantara umat Islam itu yang dibakar api neraka!!” kata-kata itu terucap dengan terbata-bata, air mata menetes jelas di pipi beliau yang lahir setahun setelah sumpah pemuda Indonesia dideklarasikan, diiringi isak tangis jamaah.

Ada beberapa hal yang menjadi stressing-point “curhat” beliau malam itu, dan menurut beliau itulah sebab kenapa Allah “mengobrak-abrik” awan hujan dari langit Turki ketika tiba di atas kota Damascus.

Pertama: Pemerintah mengeluarkan Kepres bahwa mahasiswi dan guru-guru dilarang memakai cadar di kelas pada saat terjadinya proses belajar mengajar dan di ruang ujian, dan Kepres ini tidak dipermasalahkan oleh ulama-ulama, bahkan syeikh Buty mendukung hal ini, karena belajar adalah salah satu dispensasi yang membolehkan wanita membuka wajahnya di depan laki-laki, menurut pendapat ulama yang mewajibkan wanita menutup wajah. 
 
Tetapi Kepres ini disalahgunakan oleh Kementrian Pendidikan Syria yang diisi oleh orang-orang sekuler, dengan memecat seribu lebih pegawai di wilayah departemennya dan guru-guru dari sekolah-sekolah, dengan alasan mereka memakai cadar. Beliau mengatakan, “Tidak mungkin ada guru yang memakai cadar waktu mengajar, apalagi yang diajar itu cewek semua, kalau ada itu orang “gila”!. Ini adalah sebuah kezaliman, wanita-wanita yang kehilangan pekerjaannya itu terzalimi, doa orang terzalimi tidak akan ditolak oleh Allah, bayangkan kalau seribu wanita shalihah itu bangun tengah malam dan berdoa, apa yang akan terjadi!!!Takutlah kalian kepada Allah wahai manusia!! Kembalikan wanita-wanita itu ke pekerjaan mereka!”.

Kedua: Ada sebuah sinetron serial di televisi yang menentang Qur'an, ada adegan dalam percakapan dalam sinetron lokal itu yang mengatakan Qur'an itu buku lama, tidak pantas lagi dipakai hari ini. Beliau mengatakan, “Wallahi, sinetron ini mengajak perang sama Allah, kitab Allah dihina seperti itu, saya menganjurkan kepada semua artis, sutradara, produser serta semua pihak yang berkaitan dengan itu agar bertaubat, dan menarik kembali statemen yang diucapkannya itu. Demi Allah mereka itu semua saudara-saudara kita, saya mencintai mereka semua, makanya saya katakan ini, bukan karena saya dengki atau iri, tidak sama sekali, tapi ini semua bukti cinta saya kepada mereka semua”.

Ketiga: Seruan Kementrian Awqaf (Kementrian Agama) untuk salat Istisqa di masjid masing-masing. Kemudian beliau membacakan bab salat Istisqa dari kitab “Umdat Salik”, bagaimana tata cara melakukan salat Istisqa. Salat Istisqa adalah salat minta hujan, salat dua rakaat dan dua khutbah seperti khutbah jumat, hanya saja ada beberapa hal lain yang harus dilakukan sebelumnya, yaitu seluruh masyarakat berpuasa selama tiga hari sebelum salat itu dilaksanakan, dalam tempo tiga hari itu semua masyarakat dari presiden sampai anak-anak yang baru baligh agar bertaubat dan mengembalikan hak-hak orang lain yang diambilnya. 
 
Tepat pada hari ketiga, semua masyarakat keluar ke tanah lapang atau tempat lain yang bisa untuk berkumpul semua orang, semua berpakain yang tidak mewah, anak-anak kecil, orang-orang tua, wanita-wanita berhaid sekalipun agar hadir, dan hewan-hewan ternak juga dibawa, bahkan masyarakat non-muslim juga boleh ikut, karena semuanya adalah korban karena tidak ada hujan, begitulah tata cara salat Istisqa. 
 
Tindakan Kementrian Auqaf sangat tepat, tetapi salah kalau mewajibkan setiap masjid selepas jumatan untuk salat Istisqa, beliau mengatakan, “Tindakan Kementrian Auqaf benar, tetapi caranya salah, yang hadir jumatan mah orang-orang yang ingat Tuhan, sedangkan orang-orang yang kita harap mereka bertaubat dan mengembalikan hak-hak orang mana pernah ke masjid! Kalau mau melakukan salat Istisqa, lakukan yang benar, sesuai ketentuan dan tuntunan agama, jangan suka hati kita. Ok saja kalau tidak mau melakukan seperti mazhab Syafii yang saya bacakan barusan, silahkan anda lakukan berdasarkan mazhab Hanafi, yang tidak mewajibkan salat dua raakaat, tetapi cukup khutbah saja dan kemudian berdoa sama-sama, tetapi tata cara lain sama semua seperti pendapat ulama mazhab Syafii. 
 
Kalau begini caranya hanya akan manjadi bahan olok-olokan “mereka”, karena sudah salat Istisqa tetapi tidak turun hujan, “mereka” akan mengatakan “Alah, sudah ku bilang nggak ada hujan karena lapisan ozon menipis, karena ini lah, karena itu.., lihat saja itu ulama-ulama sudah pada salat Istisqa, tapi tetap saja hujan tidak turun!”. Dulu pada masa pemerintahan Presiden Hafez Asad pernah terjadi hal ini, dia menyerukan untuk salat Istisqa, dan berdasarkan tuntunan Rasul, kalian ingatkan itu, semua masyarakat berkumpul di masjid Bani Umayyah, lebih satu juta orang berkumpul, saat itu wali besar syeikh kita syeikh Hibal berdoa, dan kalian lihat kan, tiga hari kemudian hujan turun dengan deras dan bahkan turun salju beberapa hari kemudian! Pada malam duapuluh tujuh ramadhan Presiden Hafez Asad menyerukan kepada Menteri Penerangan untuk memutar kembali video salat Istisqa itu di stasiun televisi Syria, dan televisi menyiarkan video itu pada malam tersebut pada waktu salat Isya, langsung Presiden menelpon Mentri penerangan agar menyiarkannya setelah taraweh biar semua rakyat melihat, dan Alhamdulillah beberapa hari kemudia hujan mengguyur Damaskus! kalian ingat kan semua itu!”

Beliau menjelaskan tiga hal tersebut dalam “curhat”nya, tiga hal yang mengganjal hati beliau, kritikan kepada pemerintah yang tidak seharusnya diutarakan di depan umum, tapi tak tertahankan lagi, tidak semua orang berani berbuat demikian, bisa-bisa setelah bicara begitu pindah tempat tidur, dari rumah ke penjara bawah tanah, tapi beliau sudah pasrah, yang penting kebenaran sudah disampaikan, dan beliau mengatakan kalimat terakhir sebelum menutup pengajian dengan doa, “Saya menjamin, dan saya bukan orang yang tahu apa yang akan terjadi satu detik ke depan, tapi saya menjamin kalau hal yang saya katakan tadi kita laksanakan, hujan akan mengguyur Damaskus, Insya Allah”. Salah satu petikan doa beliau malam itu, “ Ya Allah, janganlah Engkau menyiksa bayi-bayi dalam susuan ibunya karena kesalahan kami, janganlah Engkau biarkan hewan-hewan ternak mati karena perbuatan kami….”.

Dalam Qur'an surat Nuh Allah berfirman melewati lisan nabi Nuh, “Minta ampun lah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, maka dia akan mencurahkan kepada kalian hujan dari langit dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untuk kamu kebun-kebun dan mengadakan untuk kamu pula (di dalamnya) sungai-sungai”. Ayat ini menjelaskan bahwa siapa yang ingin hujan, ingin kaya dan ingin punya anak agar dia banyak-banyak minta ampun kepada Allah (istighfar).

Maksiat kapada Allah adalah sumber musibah dan mala petaka, dan Taubat serta kembali kepada Allah adalah solusinya. Beberapa hal yang disebut syeikh Buty yang merupakan sumber musibah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan “maksiat” yang dilakukan penduduk negeri kita, maka jangan heran kalau seakan-akan bumi dan langit memusuhi kita, gempa, gunung meletus, banjir dan seterusnya adalah buktinya. Wakil-wakil rakyat yang menjadi pemimpin “mengkhianati” rakyat dengan sengaja dan “tidak” sengaja, masyarakat yang “membudidayakan” lokalisasi dan perzinaan, pelajar yang mentuhankan akal, pembunuhan, kecurangan, dan seabrek maksiat yang disebutkan Imam Ibnu Hajar Haitami dalam buku beliau “Al Zawajir” sudah dikerjakan, just wait and see, janji Tuhan akan segera terjadi.

Dari “curhatan” syeikh Buty, ada dua hal yang ingin kami sampaikan, pertama kepada generasi muda, khususnya yang belajar di negeri-negeri para nabi,

- Agar “meng-indonesiakan” dulu ilmu yang dibawa dari Arab, sebelum ditransferkan kepada masyarakat Indonesia.

- Ajaran, dan akhlak yang diajarkan ulama-ulama di Arab jangan dipisah-pisah, jangan hanya mengambil ajaran dan ilmunya saja, tetapi akhlaknya ditinggal. Karena dengan cara itu misi “penyelamatan” tidak akan sukses.

- Ingat, diantara dua ratus juta penduduk Indonesia, kamu yang terpilih menjadi wakil untuk memperbaiki yang harus diperbaiki di negeri ini.

- Dunia memang penting, tapi akhirat juga bukan hal yang boleh dicueki, mengumpulkan harta di tangan memang “wajib” dalam Islam, sehingga kita bisa mengelurakan zakat dan bisa naik haji, tetapi mengumpulkan harta dalam hati “haram” hukumnya.

- Sejak awal Negara Islam Madinah berdiri, Rasulullah menjadikan masjid dengan segala kekurangannya sebagai Islamic Centre, itu tugas utama hari ini, mengembalikan peran masjid sebagai Islamic Centre, bukan hanya sekedar tempat salat Jumat dan salat Jenazah.

Kedua, untuk para masyarakat, yang meliputi pemimpin sampai anak yang baru baligh, hanya ada satu jalan keluar dari semua krisis yang kita alami saat ini, yaitu taubat dan minta ampun kepada Allah, “mushalahah maállah wa shidqul ubudiyyah lahu...”. Wallahu a’lam. 
 
 
sumber : Islamedia
 
komentar | | Read More...

Tolak RUU Ormas, HTI Kunjungi Fraksi PKS

Rancangan undang - undang tentang organisasi kemasyarakatan yang digulirkan pemerintah banyak mendapat tentangan, karena RUU tersebut dinilai akan melahirkan rezim yang represif.
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Ormas Islam yang menentang RUU Ormas tersebut mengunjungi Fraksi PKS dikantornya digedung parlemen senayan, jakarta Selasa (26/3/2013) kemarin, untuk menyatakan sikap menolak RUU Ormas itu .
Delegasi diterima langsung oleh anggota Pansus RUU Ormas dari Fraksi PKS Indra dan Pimpinan Fraksi PKS Abdul Hakim. 
Sedangkan delegasi dari HTI dan ormas Islam yang hadir, diantaranya Rahmat Kurnia (Ketua DPP HTI), Rokhmat S Labib (DPP HTI), Wahyudi al Maroky (Lajnah Fa’liyah DPP HTI), Budi Darmawan (Lajnah Fa’liyah DPP HTI), Reza (DPP HTI), Muhammad Mufti (Ketua Syarikat Islam Indonesia), Zulkifli dan Sabili Raun (al-Ittihadiyah), dan Helmi al-Djufri dan Musolin (PB PII).



komentar | | Read More...

Habib Rizieq Nasehati Kelompok yang Menghina Syeikh Al Buthy

Penulis : dakwahnusantara on Senin, 25 Maret 2013 | 17.45

Senin, 25 Maret 2013

Soal al-Buthi tidak bergabung dengan Mujahidin Suriah, dia punya alasan : pertama, usia yang sudah lanjut. Kedua, dia sibuk habiskan usia buat ilmu, belajar dan mengajar serta mengarang kitab. Ketiga, Mujahidin masih bergabung dengan barisan kafir dan liberal. Keempat, al-Buthi bukan satu-satunya ulama Aswaja Suriah yang tidak bergabung dengan Mujahidin. Kelima, dia ulama berhak ijtihad.

Kami FPI membela Mujahidin Suriah melawan Basyar al-Asad yang zolim, tapi kami tetap harus jaga akhlaq terhadap ulama Aswaja Suriah yang tidak gabung dengan Mujahidin. Itu persoalan ijtihad politik, mereka lebih tahu situasi negeri mereka daripada kita.

Siapapun pelaku bom bunuh diri yang menggugurkan al-Buthi dan 23 muridnya di dalam masjid dan apa pun alasannya, maka tidak bisa dibenarkan. Andaikata Mujahidin Suriah yang lakukan itu, maka mereka yang salah jalan, bukan al-Buthi. Semoga pelakunya bukan dari kalangan Mujahidin. Camkan!

Jaga sikap ya akhii, di sini al-Buthi punya banyak murid dan pengikut. Jangan lagi undang polemik dan perpecahan !!! Wallaahul musta'aan.

sumber : islamedia
komentar | | Read More...

Tolak Tukar Kaus dengan Israel, Ronaldo: Ini Bumi Palestina

Di akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F antara Portugal dan Israel, Cristiano Ronaldo menolak bertukar kostum dengan pemain Israel. 

Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab, "Saya berada di bumi Palestina." 

Di akhir pertandingan, pemain Israel mendekati Ronaldo untuk bertukar kostum, namun ia tidak mengindahkan pemain Israel tersebut. Seperti diberitakan, Portugal bertanding melawan Israel pada hari Jumat (22/3) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F. 

Seperti diberitakan oleh Antara, Portugal bangkit dari ketertertinggalan 1-3 untuk menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu saat melawan Israel, pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F Jumat, hasil yang membuat kedua tim memiliki peluang sama untuk lolos.

sumber :   Republika Online


komentar | | Read More...

Favorit


Message

Islamedia

InfoPalestina

dakwatuna.com

Penilaian Blog

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2013. Dakwah Nusantara . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger